Blogs

Inilah Berbagai Kelebihan Drone untuk Pemetaan

drone untuk pemetaan

Daftar isi

drone untuk pemetaan

Drone selama dikenal kegunaannya di pemerintahan maupun militer. Tapi saat ini, drone bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti mendukung pekerjaan geosurvey. Misalnya penggunaan drone untuk pemetaan. Di dalam sektor industri, drone bisa digunakan untuk pembuatan peta 2D dan 3D dengan menggunakan proses fotogrametri untuk menghasilkan maps dengan kualitas terbaik. Biasanya, drone dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi (HD) yang bisa menangkap gambar dengan jelas.

Pemetaan drone mirip dengan pemetaan yang dilakukan oleh pesawat berawak. Yang membedakan adalah ketinggian yang lebih rendah sehingga bisa menangkap gambar berkualitas tinggi. Potensi besar penggunaan drone untuk pemetaan antara lain di bidang real estate, konstruksi dan pertambangan. Pekerjaan anda akan menjadi lebih mudah dengan bantuan Drone untuk mapping.

Kelebihan Penggunaan Drone untuk Pemetaan

Dalam penggunaannya untuk pemetaan, drone memiliki kelebihan dibandingkan dengan metode pengukuran yang lainnya. Beberapa kelebihan penggunaan drone dalam pemetaan antara lain:

  1. Waktu dan Biaya Lebih Efisien

Menggunakan drone dalam pemetaan cenderung membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan harus melakukan land surveying. Dari segi manpower, yang dibutuhkan juga tidak sebanyak ketika melakukan pengukuran terestris. Hal ini otomatis akan mempengaruhi biaya operasional di lapangan. Pemetaan dengan menggunakan drone akan menjadi jauh lebih hemat.

  1. Bisa Menyajikan Data yang Lengkap dan Akurat

Pengukuran terestris hanya mengukur dengan menggunakan individual points. Sedangkan jika menggunakan drone untuk melakukan pengukuran satu kali penerbangan bisa mendapatkan banyak data pengukuran yang bisa dipresentasikan ke dalam berbagai format berbeda seperti DSM, DTM, contour lines dan sebagainya.

  1. Bisa Memetakan Area yang Sulit Dijangkau/Sulit Diakses
Baca Juga ini:  Structural Health Monitoring: Pengertian dan Manfaatnya

Pada pengukuran manual, kadang dijumpai beberapa area yang sangat sulit dijangkau misalnya lereng yang curam atau tebing yang tinggi. Penggunaan drone untuk pertambangan dan hal-hal semacam ini tentu tidak lagi menjadi halangan karena drone bisa menjangkau seluruh area yang sulit dijangkau ketika menggunakan pengukuran secara manual.

Tips Memilih Drone untuk Pemetaan

NoTips Memilih Drone untuk Pemetaan
1Ketahanan terbang di udara ketika melakukan pemetaan
2Sistem navigasi GPS
3Portabilitas (kepraktiksan)
4Jangkauan komunikasi/telemetri
5Kecepatan jelajah
6Mudah dioperasikan dalam proses take off & landing
7Aplikasi pembuat misi

Pemanfaatan Harga Drone untuk Pengukuran

Beberapa contoh pemanfaatan drone dalam aplikasinya untuk pemetaan dan pengukuran.

  1. Kadastral Surveying dan Kartografi

Penggunaan drone untuk pengukuran dan pemetaan bisa menghasilkan ortophoto dengan kualitas yang tinggi. Dari mapping drone, kita bisa mendapatkan model 3 dimensi yang cukup rinci bahkan untuk area yang cukup sulit diakses jika menggunakan pengukuran terestris. Dengan data resolusi tinggi, anda tentu bisa membuat peta kedaster atau peta bidang tanah dengan akurasi yang tinggi dalam waktu yang sangat cepat dan cukup mudah.

  1. Pengelolaan dan Pengembangan Lahan

Data dari pemetaan dengan menggunakan drone berupa aerial images sangat membantu perencanaan dalam pengembangan suatu lahan. Contoh pemanfaatan data pemetaan menggunakan drone dalam pengembangan dan pengelolaan suatu lahan yaitu membantu dalam pencarian lokasi, perencanaan dan desain untuk mengembangkan lahan, merencanakan edsain konstruksi jalan, gedung dan sebagainya.

Meskipun dibutuhkan ketelitian yang tinggi seperti konstruksi jalan atau gedung, namun sebaiknya jangan mengabaikan pengukuran terestris. Tetapi dalam tahap perencanaan atau dalam tahap penyelesaian, data dari pemetaan drone ini akan sangat membantu anda dalam menyelesakan pekerjaan tersebut.

  1. Perhitungan Volume Stockpile/Volume Cut
Baca Juga ini:  Cara Menggunakan Cable Fault Locator: 7 Langkah Anti Salah

Data dari pemetaan dengan penggunaan drone ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghitung volume stockpile atau volume cut and fill. Misalnya, di area tambang ada suatu stockpile, pemetaan drone ini akan efisien untuk menghitung volumenya jika dibandingkan dengan pengukuran terestris. Metode yang cukup hemat dan murah ketika anda akan menghitung stok volume pada tambang atau quarries untuk kebutuhan pemantauan.

Dengan drone, anda bisa menangkap lebih banyak titik topografi sehingga pengukuran diharapkan bisa menghasilkan data yang jauh lebih akurat. Metode ini juga lebih aman jika diban dingkan dengan kita harus melakukan akuisisi data secara manual. Karena drone bisa mengambil data tidak secara langsung dari atas permukaan tanah, maka kegiatan operasional lainnya juga tidak akan terganggu.

  1. Pemanfaatan di Perkebunan dan Pertanian

Ada juga penggunaan drone untuk agrikultur dan perkebunan. Pemetaan dengan menggunakan drone juga bisa anda manfaatkan untuk kebutuhan dalam bidang perkebunan dan pertanian. Contoh sederhana penggunaan drone di bidang ini yaitu untuk proses tree counting pada suatu perkebunan. Dengan menggunakan data ortophoto yang dihasilkan serta dikombinasikan dengan software tertentu, proses tree counting tentu akan jauh lebih cepat dan lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan menggunakan cara konvensional.

PT Antesena Geosurvey Menyediakan Layanan dan Pelatihan Drone untuk Pemetaan

PT Antesena Geosurvey Indonesia merupakan penyedia layanan bawah tanah dan dekat dengan permukaan tanah seperti eksplorasi air tanah, mendeteksi batu besar, pemetaan tanah liat, survei pemetaan, memetakan fitur geologi, kedalaman batuan dasar.

Kami memahami bagaimana cara menyelesaikan bawah permukaan tersebut. Kami memiliki teknisi yang berpengalaman untuk menyelesaikan permasalahan klien kami sehingga bisa membantu pekerjaan anda menjadi lebih efisien dan lebih efektif.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »