Blogs

Mengenal Cara Kerja Geolistrik dan Manfaatnya

Geolistrik

Daftar isi

cara kerja geolistrik

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif yang bertujuan mengetahui respon sifat aliran listrik pada bagian bawah permukaan dengan mendeteksinya di permukaan bumi. Metode geolistrik ini sering dimanfaatkan untuk mengetahui bagaimana struktur bawah permukaan, sebaran endapan mineral dan batubara, mencari lapisan akuifer air tanah, kajian geologi teknik, digunakan untuk upaya mitigasi bencana.

Cara kerja geolistrik mulai banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Geolistrik adalah salah satu metode geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan mengalirkan arus listrik Direct Current (DC) yang memiliki tegangan tinggi ke dalam tanah. Dengan aliran arus listrik tersebut maka akan menimbulkan tegangan listrik dalam tanah. Geolistrik menjadi salah satu metode geofisika aktif karena arus listrik berasal dari luar sistem.

Memilih konsultan geolistrik yang memiliki izin dari Menteri ESDM Republik Indonesia berupa IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan). PT Antesena sebagai konsultan eksplorasi yang tersertifikasi memiliki IUJP yang masih aktif.

Apa Itu Geolistrik?

Geolistrik adalah salah satu metode geofisika yang bertujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara memasukkan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik adalah salah satu metode geofisika aktif karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan metode geolistrik yaitu mencari tahanan jenis dari bebatuan. Metode geolistrik juga bisa digunakan untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lainnya seperti potensial diri dan medan induksi.

Baca Juga ini:  MASW Untuk Kestabilan Tanah

Hasil pengukuran geolistrik mapping ataupun sounding bisa disesuaikan dengan kebutuhan akuisis data serta jenis konfigurasi yang digunakan. Hasil data pengukuran geolistrik bisa berupa tahanan jenis dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kebutuhan.

Cara Kerja Alat Geolistrik

Prinsip kerja metode geolistrik adalah dengan menginjeksikan arus listrik DC dari elektroda arus kemudian mengamati hasil pengukuran melalui elektroda potensial. Metode geolistrik adalah metode yang sangat ramah lingkungan dan relatif murah karena tidak menggunakan bahan-bahan peledak. Metode geolistrik dibagi menjadi tiga metode yaitu metode geolistrik resistivitas, metode geolistrik polarisasi yang terinduksi dan metode geolistrik potensial diri.

Setiap metode geolistrik punya kelebihan dan kelemahan masing-masing serta memiliki parameter dan sifat-sifat fisika yang berhubungan. Metode geolistrik resisitivitas dan potensial diri menggunakan konduktivitas listrik sedangkan metode polarisasi terinduksi menggunakan kapasitansi listrik. Dalam mengambil data yang ada di lapangan, metode geolistrik menggunakan konfigurasi yaitu konfigurasi Wenner, konfigurasi Schlumberger, konfigurasi Dipole-Dipole dan yang lainnya.

Setiap konfigurasi memiliki faktor koreksi geometri berdasarkan susunan elektrodanya dan berfungsi agar nilai resistivitas semu yang terukur di lapangan bisa lebih mendekati kebenaran. Aplikasi metode geolistrik yaitu sebagai cara mempelajari potensi struktur air tanah, mineral logam, batu bara dan sebagainya.

  1. Konfigurasi Schlumberger

Konfigurasi Schlumberger adalah konfigurasi empat elektroda dimana ada sepasang elektroda arus yaitu C1-C2 atau A-B dan sepasang elektroda potensial P1-P2 atau M-N dimana ada titik tengah dimana jarak dari pusat dengan elektroda potensial disebut 1 dan jarak antara pusat dengan elektroda arus disebut dengan L dimana jarak antar elektroda potensialnya 21. Dalam pengukurannya, konfigurasi ini seringkali diubah pada jarak antar elektroda arusnya dan kadang elektroda potensialnya tetap.

Baca Juga ini:  Frekuensi Antena GPR: Panduan Memilih Sesuai Kedalaman

Dalam konfigurasi Schlumberger ini, konfigurasi bisa digunakan untuk resistivity mapping dan sounding. Konfigurasi ini sangat baik untuk VES (Vertikal Electrical Sounding) dan tidak cocok untuk CST (Constant Separation Traversing). Konfigurasi ini memiliki sensitivitas orintasi yang baik, sensitivitas lateral yang baik dalam penentuan ketidakhomogenan.

  1. Konfigurasi Wenner

Konfigurasi wenner adalah konfigurasi empat elektroda dimana jarak antar C1P1=P1P2=P2C2=a dimana kedua pasang elektroda ini dipasang secara simetris terhadap titik sounding. Konfigurasi wenner ini ada tiga macam yaitu wenner alfa, wenner beta dan wenner gama yang memiliki sensitivitas yang juga berbeda. Konfigurasi ini memiliki kemampuan sangat baik dalam resolusi vertikal, untuk CST dan kesensitivan secara lateral. Semakin besar bentangan antar elektroda maka semakin besar sensitivitasnya.

  1. Konfigurasi Wenner-Schlumberger

Konfigurasi ini adalah gabungan antara konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Dalam konfigurasi ini, jarak antara elektroda P1-P2 adalah a. Jarak spasi antar C1-P1=P2-C2 yaitu na. Pada konfigurasi ini, spasi jarak elektrodanya konstan. Konfigurasi Wenner Schlumberger memiliki kelebihan cakupan secara horizontal dan penetrasi kedalaman yang baik. Pola sensitivitas meningkat seiring dengan besarnya n. Sensitivitasnya menjadi positif.

Antesena Geosurvey Manfaatkan Cara Kerja Metode Geolistrik

PT Antesena Geosurvey Indonesia berdiri dengan spesialisasi untuk solusi permukaan dan bawah permukaan seperti survey pemetaan, eksplorasi dan eksploitasi air tanah, pemetaan fitur geologi, pemetaan tanah liat. Kami memahami cara menyelesaikan semua permasalahan permukaan bawah tanah. Kami memiliki insinyur yang berpengalaman untuk menyelesaikan permasalahan klien kami sehingga bisa membantu membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Juga ini:  Likuifaksi: Penyebab dan Prosesnya

Antesena Geosurvey memiliki staf yang berpengalaman dalam proyek geosurvey yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan anda dengan jasa survey georadar. Kami selalu memberikan alat terbaik yang kami miliki dalam bekerja sehingga kami bisa menyelesaikan permasalahan anda. Kami bisa memberikan solusi untuk permasalahan geoteknik dengan alat kami yang canggih dan staf yang berpengalaman.


FAQ

Apa itu geolistrik?

Geolistrik adalah salah satu metode eksplorasi geofisika untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan dengan menggunakan sifat-sifat kelistrikan batuan.

Metode geolistrik untuk apa?

Digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan tanah dengan mempelajari sifat-sifat aliran listrik di dalam batuan di bawah permukaan bumi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »