Blogs

Ekskavasi: Pengertian, Fungsi, dan Perencanaannya

Ekskavasi: Pengertian, Fungsi, dan Perencanaannya

Daftar isi

Ekskavasi adalah proses penggalian tanah untuk mengambil sesuatu dari bawah permukaan bumi. Dalam konstruksi, ekskavasi adalah proses penggalian tanah untuk membangun pondasi dari sebuah bangunan, jalan, atau tempat penyimpanan.

Fungsi Ekskavasi

Nah, ekskavasi sendiri adalah bagian penting dari sebuah proyek. 

Misalnya, proyek tambang bawah tanah. Metode tambang bawah tanah adalah pertambangan yang dilakukan dibawah permukaan bumi, dan tidak berhubungan dengan udara luar.

Tanpa penggalian tanah, tidak mungkin metode tambang ini bisa berhasil. Maka, perlu ada ekskavasi yang dilaksanakan dengan baik dan benar.

Ada beberapa metode ekskavasi yang umum digunakan sebelum dimulainya sebuah proyek, seperti ekskavasi topsoil, dimana dilakukan penggalian untuk menghilangkan benda-benda di permukaan tanah seperti tanaman agar permukaan rata dan siap dibangun.

Ada juga metode ekskavasi yang memerlukan peralatan khusus seperti drilling (pengeboran batuan), trenching (penggalian dengan kedalaman tertentu), dan grading. Semua ekskavasi ini dilakukan agar pekerja bisa membangun fondasi yang kuat dan permukaan yang kokoh untuk fasilitas lain disekitar proyek tersebut.

Tetapi, ekskavasi sendiri tidak boleh dilakukan sembarangan saja. 

Risiko Jika Ekskavasi Dilakukan Tanpa Rencana

Ada banyak risiko dan kerugian jika Anda melakukan penggalian tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu. Hal-hal yang paling sering terjadi adalah;

  • Runtuhnya tanah
  • Rusaknya utilitas bawah tanah
  • Banjir
  • Bocornya gas
  • Udara dan oksigen terkontaminasi gas beracun
  • Putusnya kabel listrik
  • Jatuhnya peralatan dari permukaan tanah
Baca Juga ini:  Penanganan Pekerjaan dalam Survei Geologi

Beberapa contoh diatas sering terjadi sehingga membahayakan nyawa pekerja. Belum lagi, kerugian yang harus ditebus oleh perusahaan kepada korban, masyarakat, dan proyek itu sendiri. Terlebih lagi, dengan adanya kecelakaan ini, kecepatan selesainya proyek harus ditunda lagi.

Tetapi, ekskavasi yang terencana akan meringankan risiko yang ada. Apa saja perencanaan ekskavasi yang tepat?

Perencanaan Ekskavasi yang Tepat

  • Perencanaan yang komperhensif sehingga semua pekerja mempunyai denah penggalian untuk menghindari kesalahan
  • Penjadwalan yang tepat agar semua prosedur dijalankan langkah demi langkah dengan benar
  • Mengetahui keadaan drainase dan tanki penyimpanan air untuk mencegah erosi tanah dan kecelakaan seperti runtuhnya tanah
  • Melakukan pemetaan utilitas bawah tanah 
  • Penyuluhan untuk semua pekerja lapangan tentang regulasi keselamatan dalam pekerjaan
  • Hubungan tim yang saling mendukung dan memberi masukan

Pemetaan Utilitas Bawah Tanah yang Benar

Nah, salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja saat ekskavasi adalah utilitas bawah tanah. Tetapi, bukannya pemetaan utilitas bawah tanah juga perlu penggalian?

Memang, bisa dilakukan pemetaan tersebut secara manual dengan ekskavasi. Namun, tahukah Anda kekurangan metode tersebut? Berikut tiga kekurangan tersebut;

  • Tidak akurat dan destruktif. Menggali di tanah tanpa perencanaan dan denah utilitas bukan hanya membuat pemetaan tidak akurat, tetapi juga merusak utilitas bawah tanah
  • Tidak bisa mendetil dan memerlukan waktu yang lama. Penggunaan alat berat untuk menggali dan memeta utilitas bawah tanah malah membuat pemetaan tidak akurat karena tidak adanya presisi. Penggalian dengan tangan memerlukan waktu yang lama.
  • Berbahaya untuk pekerja. Utilitas bawah tanah seperti jaringan listrik PLN dan pipa gas bisa menyebabkan kecelakaan seperti tersetrum, bocornya gas beracun, bahkan sampai banjir.
Baca Juga ini:  Cara Menghemat Biaya Operasional Dengan Deteksi Kabel dan Pipa Bawah Tanah

Terlihat bukan sulitnya memetakan utilitas bawah tanah dengan ekskavasi. Maka, perlu ada perlataan profesional.

Dengan peralatan profesional seperti Radiodetection Cable and Pipe Locator (RD7100, RD7200, RD8100, dan RD8200) Anda bisa mencegah terjadinya kebocoran gas, banjir, dan putusnya kabel listrik saat ekskavasi.

Lalu, Anda bisa menggali lubang dengan tangan (trial holes) dengan hati-hati untuk memastikan bahwa pemetaan tersebut tepat.

Kesimpulan

Ekskavasi sangat diperlukan untuk sebuah proyek konstruksi, bahkan untuk pertambangan dan berbagai industri lainnya. Penggalian juga sangat penting untuk membangun pondasi dan permukaan yang kokoh. Maka, perlu ada rangkaian keselamatan dan metode ekskavasi yang tepat, terutama untuk menghindari kecelakaan dan kerugian.

Jadi, pastikan bahwa semua bagian dari ekskavasi sudah terencana, dimulai dari denah penggalian, struktur tanah, drainase dan sumber air, pemetaan utilitas bawah tanah, sampai ke penjadwalan dan penyuluhan untuk pekerja. 

Dengan begitu, semua pekerja bisa bekerja dengan teratur, terkoordinasi, dan selamat. Proyek juga bisa berjalan sesuai jadwal dan budget yang sudah ditentukan sebelumnya. 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »