Blogs

Peralatan Utama untuk Survey dan Pemetaan

survey dan pemetaan

Daftar isi

survey dan pemetaan

Dalam melakukan pengukuran lahan atau pemetaan suatu tanah tentu dibutuhkan proses pengukuran. Penyedia jasa pengukuran biasanya akan datang langsung ke lokasi. Ini tentu sebagai langkah untuk memastikan akurasi pengukuran serta melihat lokasi secara langsung. Untuk melakukan kegiatan pengukuran lahan untuk konstruksi atau pembangunan, tentu dibutuhkan peralatan survey dan pemetaan. 

Pengukuran adalah kegiatan yang membandingkan suatu obyek yang awalnya belum diketahui berapa nilainya terhadap objek yang lain yang ukurannya sudah diketahui ukurannya atau lebih mudahnya perbandingan terhadap suatu nilai standar. Pengukuran juga merupakan proses sains yang di dalamnya ada kegiatan pengumpulan dan informasi yang baik dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.

Alat Ukur Survey dan Pemetaan

  1. Meteran

Meteran atau pita ukur biasanya berbentuk seperti pita dengan panjang tertentu. Meteran juga dapat disebut dengan rol meter karena ketika disimpan atau meteran akan digulung atau dirol ketika tidak digunakan. Ada tiga jenis meteran yaitu

  • Meteran dari kain (metallic cloth): terbuat dari kain linen dan anyaman kawat halus yang berasal dari tembaga atau kuningan 
  • Meteran yang terbuat dari baja 
  • Meteran yang terbuat dari baja alloy: campuran baja serta nikel

Fungsi meteran yaitu mengukur panjang serta jarak. Satuan yang digunakan biasanya digunakan ada 2 ukuran yaitu ukuran satuan metrik dan satuan inggris. Pembacaan angka 0 ada yang dibaca tepat di ujung meteran ada juga yang dinyatakan pada jarak tertentu di ujung meteran. 

Baca Juga ini:  Jasa Survey Ground Penetrating Radar Jakarta Terpercaya

Cara menggunakan meteran cukup dengan merentangkan meteran dari suatu titik ke titik lainnya pada suatu objek bidang yang akan diukur. Untuk mendapatkan hasil yang valid, ada baiknya dilakukan oleh dua orang dimana salah satu ada di titik awal atau angka 0 sedangkan yang lain bergerak menuju ke titik lainnya pada obyek yang akan diukur.

  1. Kompas

Komponen utama yang ada pada alat ukur ini yaitu jarum serta lingkaran berskala dimana salah satu ujung jarum terbuat dari magnet atau besi sembrani, bagian tengah jarum dipasang sumbu sehingga jarum bisa bergerak dengan bebas ke arah horizontal sesuai  dengan arah medan magnet bumi yaitu selatan dan utara. Ada baiknya menggunakan kompas yang punya cairan nivo yang berfungsi menstabilkan Gerakan jarum serta alat pembidik atau visir. 

Fungsi kompas adalah menentukan arah dari mata angin serta penunjuk arah khususnya selatan dan utara. Kompas juga bisa menjadi penentu arah dari satu titik ke titik lain yang ditunjukkan pada besaran azimuth, membuat siku-siku serta mengukur sudut.

Cara penggunaan kompas pada jasa geolistrik adalah memegang dan mengatur agar Kompas dalam keadaan mendatar sehingga jarum bisa bergerak bebas. Kalau Kompas punya cairan nivo maka usahakan supaya gelembung tepat berada di tengah.

  1. Klinometer

Alat ukur sederhana ini digunakan untuk mengukur sudut elevasi antara garis datar dengan garis yang menghubungkan titik yang ada di garis data dengan titik puncak sebuah objek. Secara umum, klinometer untuk mengukur ketinggian atau panjang objek dengan cara memanfaatkan sudut elevasi. Fungsi klinometer yaitu menentukan besar sudut elevasi ketika mengukur tinggi obyek secara tidak langsung.

Manfaat Alat Survey dan Pemetaan

NoManfaat Alat Survey dan Pemetaan
1Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda di atas permukaan bumi
2Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda di atas atau di bawah suatu bidang yang berpedoman pada permukaan air laut rata-rata
3Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah serta benda yang ada di permukaan tanah
4Menentukan panjang, arah/sudut dan koordinat suatu titik dari titik lain yang ada pada permukaan bumi serta menghitung luas daerah yang telah dibatasi area tertentu
  1. Theodolit
Baca Juga ini:  Jual Total Station Termurah di Indonesia

Alat ukur optic ini dibuat untuk menentukan tinggi dari tanah pengukuran sudut yang berupa sudut tegak dan sudut mendatar. Fungsi dari theodolite adalah untuk pengukuran polygon, pemetaan situasi serta pengamatan matahari. Theodolit juga dapat berfungsi seperti PPD kalau sudut vertikalnya diubah menjadi 90 derajat. 

Teropong yang ada di theodolite memungkinkan peralatan ini bisa membidik ke segala arah. Pada konstruksi bangunan, theodolite berfungsi menentukan sudut siku-siku pada pondasi serta mengukur ketinggian bangunan yang bertingkat.

  1. Waterpass

Ini termasuk ke dalam alat ukur optic konsultan geofisika yang berfungsi mengukur beda tinggi dari satu titik atau lebih, penggunaan waterpas sangat luas saat ini. Ada beberapa syarat dalam menggunakan waterpas yaitu  syarat dinamis (sumbu 1 vertikal) dan syarat statis (garis yang mendatar pada bagian diafragma sejajar sumbu 1, garis nivo tegak lurus sumbu 1, garis bidik pada teropong sejajar dengan garis arah nivo).

  1. Global Positioning System (GPS)

GPS adalah suatu sistem yang terdiri atas konstelasi satelit radio navigasi serta segmen control tanah yang berfungsi mengelola operasi satelit dan pengguna dengan penerima khusus, menggunakan data satelit untuk memenuhi persyaratan dari posisi. Hasil yang diberikan gambar permukaan bumi dalam bentuk 3 dimensi (3D). 

GPS juga bisa digunakan untuk penelitian geofisika. Di balik kelebihan yang dimiliki oleh GPS, alat ini juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa digunakan pada tempat yang tidak bisa menerima sinyal GPS oleh antena alat penerima.

  1. Total Station
Baca Juga ini:  5 Alat Pendeteksi Kabel Putus Bawah Tanah dan Cara Memilihnya

Total station adalah alat ukur elektronik yang berasal dari pengembangan theodolite. Tetapi alat ini dilengkapi oleh pengukuran jarak serta sudut secara elektronik dengan bantuan dari reflector sebagai target serta pengganti rambu ukur. Agar lebih mudah digunakan, total station harus dihubungkan dengan computer. Fungsi total station untuk survey geoteknik yaitu bisa digunakan untuk menghitung arah, jarak, titik koordinat serta beda tinggi secara elektronis.

FAQ

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »