Blogs

Tipe-Tipe Konfigurasi Geolistrik: Schlumberger, Wenner, dan Dipole-pole

Daftar isi

Geolistrik adalah metode geofisika yang bertujuan untuk mengetes sifat kelistrikan batuan dan lapisan tanah. Caranya adalah memasukkan arus listrik kedalam tanah. 

Nah, ada beberapa metode geolistrik yang lazim digunakan, yaitu Konfigurasi Schlumberger, Konfigurasi Wenner, dan Konfigurasi Dipole-pole.

Lalu, apa bedanya ketiga konfigurasi ini?

Apa Itu Konfigurasi?

Sebelum masuk lebih dalam ke tipe-tipe konfigurasi, kita harus tahu dulu apa itu konfigurasi. Konfigurasi adalah metode geolistrik yang terdiri dari berbagai penyusunan, misalnya penyusunan 4 elktroda dalam satu garis/baris dengan jarak yang sama ataupun berbeda.

Nah, setelah tahu apa itu konfigurasi, yuk cari tahu 3 tipenya!

Tipe-Tipe Konfigurasi

  1. Konfigurasi Wenner

    Konfigurasi Wenner adalah metode konfigurasi geolistrik yang penyusunan elektroda nya dengan jarak yang sama. Jadi, 4 elektroda dalam Konfigurasi Wenner (A, M, N, dan B) itu bersebelahan. A dan M yang bersebelahan memiliki jarak ‘a’.

    Nah, prinsip Konfigurasi Wenner adalah AM = MN = NB = a. Maka, jarak antara elektroda M dan N yang juga bersebelahan juga sama dengan jarak A ke M.

    Tipe Wenner ini sendiri adalah tipe konfigurasi yang paling sederhana, yaitu menggunakan 4 elektroda yang sudah dibahas, A, M, N, dan B yang akan dipanjangkan jaraknya tanpa menggerakkan titik tengah dari konfigurasi tersebut. Juga, nilai resistivitas Wenner hanyalah ⅓.

    Konfigurasi tipe Wenner ini seringkali digunakan untuk penyelidikan tanah dan melakukan pemetaan tanah secara horizontal. Tetapi, karena sudah ada konfigurasi baru, seperti Schlumberger untuk melakukan penyelidikan tanah, Konfigurasi Wenner sudah jarang digunakan.

    Kelemahan terbesar konfigurasi ini adalah biayanya. Setiap elektroda dipanjangkan jaraknya, perlu ada kabel baru yang lebih panjang untuk mencakup area yang ingin diuji. Terlebih lagi, metode ini memakan waktu lama karena penguji harus menghabiskan waktu berjalan dari awal sampai akhir kabel untuk sekali tes saja.

  2. Konfigurasi Schlumberger

    Berbeda dengan Wenner, Konfigurasi ini menggunakan elektroda yang diberi jarak berbeda antara satu dan lainnya. Nilai resistivitas dari konfigurasi ini juga lebih besar, yaitu ⅓ – ⅕ .

    Prinsip dari Konfugrasi Schlumberger ini adalah memanjangkan jarang elektroda A dan B dan tidak menggerakkan elektroda M dan N.

    Untuk detail mengenai kegunaan Konfigurasi Schlumberger, mari kunjungi link ini!

    Nah, untuk kelebihannya, Konfigurasi Schlumberger ini cocok untuk sounding air tanah dan mineral. Juga, tidak perlu banyak tenaga kerja karena proses pengerjaan juga tidak terlalu lama, dan hanya dua elektroda saja yang perlu digerakkan.

  3. Konfigurasi Dipole-Dipole

    Terakhir, ada Konfigurasi Dipole-Dipole.

    Memang, Konfigurasi Dipole-Dipole masih menggunakan elektroda A, M, N, dan B, tetapi penggunaannya sangat berbeda dengan dua konfigurasi diatas. Dipole-Dipole sendiri menggunakan 2 pasang elektroda, yaitu AB dan MN.

    Nah, elektroda AB adalah elektroda arus, dan MN adalah elektroda potensial. Kedua pasang elektroda ini diletakkan sangat dekat dengan satu sama lain. Lalu, penguji akan mengukur kedalaman tanah dari resistivitas yang dikeluarkan kedua pasang tersebut.

    Kelebihan dari Konfigurasi Dipole-Dipole ini adalah hasilnya dan kecepatannya. Dipole-Dipole lebih cepat dibandingkan Wenner dan Schlumberger karena sifatnya yang multi-channel dan bisa menguji delapan titik sekaligus setelah satu suntikan arus listrik, sedangkan Wenner hanya bisa menguji satu.

    Terlebih lagi, tipe ini tidak memakan biaya yang besar, dan hasil yang dihasilkan terlihat mendetil, berbeda dengan hasil Wenner yang hanya menunjukkan hasil keseluruhan.
Baca Juga ini:  Mengapa Inspeksi Rutin Pipa Gas dan Pipa Air Itu Penting?

Kesimpulan

Nah, sudah tahu bukan tiga jenis konfigurasi yang sering digunakan? Konfigurasi Wenner, Schlumberger, dan Dipole-Dipole memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Nah, untuk mengetahui tipe konfigurasi yang cocok untuk kebutuhan Anda, silahkan hubungi Antesena Geosurvey, perusahaan yang sudah profesional dalam penyelidikan tanah dan metode konfigurasi yang tepat untuk kebutuhan proyek Anda.

Antesena Geosurvey

Ruko Commpark, Jl. Raya Kota Wisata, Limus Nunggal, Bogor, Jawa Barat 16820

marketing@antesena-geosurvey.com

085693623401

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »