Blogs

Akselerometer: Tipe-Tipe, Cara Kerja, dan Kegunaannya Untuk Deteksi Gempa

Akselerometer: Tipe-Tipe, Cara Kerja, dan Kegunaannya Untuk Deteksi Gempa

Daftar isi

Apa Itu Akselerometer?

Akselerometer atau accelerometer adalah alat elektronik yang mengukur akselerasi, getaran, atau pergerakan sebuah struktur menggunakan sebuah sensor.

Alat ini sendiri digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menjaga kualitas hard drive pada komputer, mencegah kecelakaan lalu lintas, dan menentukan kerentanan gempa sebuah wilayah.

Nah, akselerometer sendiri dapat dibagi menjadi tiga tipe.

Tipe-Tipe Akselerometer

  1. Piezoelektrik

    Akselerometer piezoeletrik adalah akselerometer yang menggunakan efek piezoelektrik untuk mendeteksi getaran.

    Biasanya, akselerometer piezoelektrik digunakan untuk mengetes getaran dan guncangan.
  2. Piezoresistance

    Tipe akselerometer satu ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Piezoresistance tidak sesensitif piezoelektrik, jadi mereka biasanya hanya digunakan untuk mencegah kecelakaan.
  3. Kapasitansi

    Akselerometer kapitansi adalah akselerometer yang paling umum digunakan karena dapat diamati dari perubahan efek kapasitansi karena adanya jarak antar kapasitor.

Cara Kerja Akselerometer

Lalu, bagaimana cara kerja akselerometer?

Sesuai tipenya, ketiga akselerometer mempunyai cara kerja yang berbeda-beda. 

Untuk akselerometer piezoelektrik, penggunaanya memanfaatkan kristal yang berukuran mikroskopik yang akan tertekan saat terjadinya akselerasi yang cepat. 

Tekanan tersebut menciptakan tegangan listrik yang bisa dideteksi oleh akselerometer dan diterjemahkan sebagai kecepatan dan arah.

Untuk akselerometer piezoresistance, penerapannya dapat Anda lihat dari fungsi airbag pada kendaraan roda empat. 

Dengan akselerasi cepat, akselerometer ini akan mendeteksi kecepatan yang tidak biasa dan mengirimkan sinyal untuk mengembangkan airbag.

Terakhir, akselerometer kapasitansi bekerja dengan mengamati efek kapasitansi. Jika objek bergerak sangat cepat, maka kapasitor dari objek tersebut juga akan menjauh. S

Baca Juga ini:  Jenis Kabel Listrik Bawah Tanah

emakin berubah jarak antar kapasitor, semakin berbeda juga hasil yang akan dideteksi oleh akselerometer kapasitansi.

Kegunaan Akselerometer Untuk Kegempaan

Akselerometer bisa mendeteksi gempa dan terkadang menjadi alat yang membantu seismometer. Karena ukurannya yang kecil, akselerometer mudah ditempatkan di lokasi-lokasi yang perlu diamati.

Juga, akselerometer lebih sensitif pada gelombang seismik. Seismograf mengamati pergerakan di permukaan tanah, terutama pemindahan dari satu titik ke titik lainnya, bukan gelombang seismik. 

Gelombang seismik bergerak lebih cepat daripada gerakan pada tanah sehingga akselerometer dapat menggunakan sensornya untuk mendeteksi gelombang tersebut. 

Terlebih lagi, akselerometer bisa mendeteksi seberapa cepat satu titik pada tanah bergerak. Jadi, sinyal yang ditangkap oleh akselerometer ini akan diterjemahkan menjadi kecepatan dan sinyal pemindahan.

Kesimpulan

Akselerometer adalah sensor yang mendeteksi pergerakan sebuah struktur karena adanya getaran atau guncangan.

Ada tiga tipe akselerometer, yaitu piezoelektrik, piezoresistance, dan kapasitansi. Jadi, cara kerja akselerometer juga berbeda-beda. 

Akselerometer sendiri biasanya digunakan dari skala kecil hingga skala besar, seperti pada hardware laptop, mobil, dan deteksi gempa.

Untuk mendeteksi gempa, akselerometer mendeteksi gelombang seismik dan menerjemahkan sinyal tersebut menjadi kecepatan dan sinyal pemindahan. 

Karena ukurannya yang kecil, akselerometer bisa ditempatkan di area-area yang perlu diamati secara langsung.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai akselerometer, hubungi Antesena Geosurvey, salah satu penjual akselerometer di Indonesia.

Baca Juga ini:  Mengapa Inspeksi Rutin Pipa Gas dan Pipa Air Itu Penting?
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Director
Logo Antesena Geosurvey
PT. Antesena Geosurvey Indonesia

PT. Antesena Geosurvey Indonesia merupakan spesialis penyedia solusi dan aplikasi permukaan serta bawah permukaan tanah.

Cari Info Lebih Lengkap!

Follow us on
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data
Informasi
Ground Penetrating Radar untuk Survei Jalan: Aplikasi dan Output Data

Permukaan jalan yang terlihat mulus belum tentu mencerminkan kondisi struktur di bawahnya. Ketebalan perkerasan dapat berubah sepanjang ruas, sementara rongga, rembesan air, atau utilitas tersembunyi belum tentu meninggalkan tanda yang jelas di permukaan. Federal Highway Administration menjelaskan bahwa ground penetrating radar dapat mengevaluasi anomali bawah perkerasan, termasuk indikasi rongga pada

Baca »
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung
Informasi
GPR Adalah Radar Bawah Tanah: Kenali Kendala pada Tanah Lempung

Permukaan tanah yang terlihat kosong belum tentu bebas dari pipa, kabel, atau rongga. Tantangannya, kemampuan alat untuk mendeteksi objek tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah. Referensi teknis U.S. Environmental Protection Agency menunjukkan bahwa penetrasi radar dapat berkisar dari kurang dari satu meter pada lempung konduktif hingga puluhan meter pada material

Baca »
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan
Informasi
TDR Adalah Alat Uji Kabel: Kenali Grafik Open, Short, dan Sambungan

Kabel bermasalah tidak selalu menunjukkan kerusakan dari luar. Konduktor dapat terputus di dalam isolasi, sambungan dapat berubah karakteristiknya, atau hubungan singkat dapat muncul pada bagian yang sulit dijangkau. Membongkar seluruh jalur tentu bukan langkah awal yang efisien. Menariknya, teknisi dapat memeriksa kondisi kabel dengan membaca pantulan sinyal listrik. Pantulan dari

Baca »
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel
Informasi
TDR (Time Domain Reflectometer): Panduan Kalibrasi Velocity Factor Kabel

Layar sudah menampilkan lokasi gangguan kabel, tetapi titik pemeriksaan ternyata tidak sesuai. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari pengaturan velocity factor yang kurang tepat. Megger, produsen instrumen pengujian listrik, menyebut kesalahan pengaturan ini sebagai salah satu penyebab hasil jarak gangguan yang tidak akurat. Hal tersebut terjadi karena TDR (Time Domain

Baca »
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya
Informasi
Cable Fault Locator untuk Kabel Tegangan Menengah: Aplikasi dan Batasannya

Kabel yang mengalami gangguan tidak selalu rusak tepat di bawah lokasi bekas galian atau sambungan terdekat. Pada jaringan bawah tanah, titik kerusakan bisa berada jauh dari indikasi awal. Bahkan, hasil pengukuran jarak yang sudah cukup baik masih membutuhkan konfirmasi di lapangan sebelum tim menggali. Panduan teknis Megger menjelaskan bahwa pralokasi

Baca »
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar
Informasi
Jasa Scanning Beton dengan GPR: Deteksi Tulangan Tanpa Bongkar

Sebelum melakukan coring, pengeboran, atau pemotongan beton, penting untuk mengetahui apa saja yang ada di dalamnya. Tulangan, kabel pascatarik, dan pipa conduit yang luput dari pemetaan dapat menghambat pekerjaan, merusak elemen struktur, bahkan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, jasa scanning beton dengan GPR membantu memetakan objek dan anomali di dalam

Baca »